5 Desa Wisata Dengan Tradisi Paling Unik di Nusantara, Liburan Seru Berbasis Budaya 2026

Nusantara terdiri dari berbagai suku dan adat yang masih dilestarikan hingga saat ini. Masing-masing wilayah memiliki keunikan dan tradisi yang berbeda-beda. Melalui berbagai tradisi dan keunikan inilah yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung dan belajar mengenai budaya dan sejarah. Tidak hanya sebagai wisata edukatif, tetapi juga bentuk pelestarian budaya sebagai identitas bangsa Indonesia.

Jika kamu sudah bosan dengan wisata adventure ataupun destinasi spot foto serta ingin menikmati liburan dengan gaya lain, kamu bisa mencoba wisata dengan mengunjungi berbagai desa adat yang ada di Nusantara untuk belajar mengenai kebudayaan dan sejarah yang mendalam. Berikut beberapa rekomendasi desa adat yang bisa kamu kunjungi :

1. Desa Adat Wae Rebo

Desa Wae Rebo merupakan desa terpencil yang berada di kawasan pegunungan Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Berada di ketinggian 1.200 MDPL, desa ini memiliki julukan sebagai “desa di atas awan”. Daya tarik utama dari destinasi ini terletak pada bentuk rumah adat yang bernama “mbaru niang” berbentuk kerucut khas dan masih dihuni oleh masyarakat setempat. Gaya arsitektur rumah adat yang unik membuat desa ini mendapat pengakuan internasional dari UNESCO sebagai warisan budaya.

Jika kamu ingin berkunjung ke sini, maka harus menempuh perjalanan selama 2-3 jam melewati hutan dan jalur pegunungan. Perjalanan yang panjang akan terbayar dengan pemandangan alam yang indah serta pengalaman budaya yang mendalam. Berwisata ke Desa Wae Rebo, kamu tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan baru, namun juga pengalaman yang tak terlupakan.

wae rebo

2. Desa Trunyan

Provinsi Bali memiliki desa dengan kebiasaan pemakaman yang unik, di mana jenazah tidak dikubur ataupun dikremasi. Jenazah warga yang meninggal diletakkan di atas tanah di bawah pohon taru menyan. Menariknya jenazah ini tidak berbau menyengat karena dipercaya diserap oleh aroma alami pohon taru menyan. Keunikan lain dari Desa Trunyan terletak pada keindahan alam berupa pemandangan Danau Batur yang mempesona.

Desa Trunyan terletak di tepi Danau Batur, kawasan Kintamani, Provinsi Bali. Jika kamu ingin berkunjung ke sini, maka harus menggunakan perahu kecil. Berwisata ke Desa Trunyan bukan hanya soal melihat keunikan budaya, tetapi belajar menghargai dan tolenrasi dengan kebiasaan masyarakat lain.

Desa Trunyan

3. Kampung Adat Bena

Nusa Tenggara Timur memiliki perkampungan megalitikum tertua di Indonesia serta masih mempertahankan adat dan budaya leluhur hingga saat ini. Kampung Adat Bena merupakan sebuah desa yang berada di Kabupaten Ngada, Kota Bajawa, Pulau Flores. Daya tarik utama kampung adat ini yaitu deretan rumah tradisional yang berdiri rapi mengelilingi halaman utama perkampungan. Pada bagian tengah desa terdapat batuan megalitikum yang digunakan sebagai tempat ritual dan penghormatan kepada nenek moyang. Selain keunikan dari rumah adat, kampung ini juga menawarkan keindahan alam yang masih asri. Berwisata di kampung ini kamu juga bisa belajar mengenai proses tenun tradisional khas Flores.

Kampung adat bena

4. Baduy Dalam

Baduy Dalam merupakan sebuah kawasan pemukiman masyarakat Suku Baduy yang berada di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Masyarakat di desa ini terkenal karena tetap mempertahankan tradisi leluhur dan menjalani kedupan sederhana dengan mendekat ke alam. Daya tarik utama dari masyarakat Suku Baduy adalah aturan adat yang masih dijaga dengan ketat. Pada desa ini tidak terdapat listrik, kendaraan modern, maupun teknologi komunikasi seperti ponsel dan internet.

Jika kamu berminat untuk berkunjung ke sini, kamu harus menempuh perjalanan selama beberapa waktu, serta terdapat larangan untuk melakukan foto atau video. Hal tersebut bertujuan menghormati aturan dari adat setempat.

baduy dalam

5. Desa Penglipuran

Desa wisata yang mendapatkan penghargaan sebagai desa terbersih di dunia adalah Desa Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Daya tarik utama desa ini yaitu suasana yang bersih, rapi, dan masih mempertahankan tatanan kehidupan masyarakat adat hingga saat ini. Gaya arsitektur rumah yang unik, menjadi spot foto andalan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Desa Penglipuran juga menawarkan keindahan alam dan udara yang sejuk karena berada di kawasan dataran tinggi bangli.

Mengunjungi desa adat di Indonesia bukan hanya tentang menikmati keindahan tempat wisata, tetapi juga belajar memahami budaya dan tradisi yang masih terjaga selama ratusan tahun. Keberadaan desa-desa tradisional ini menjadi pengigat bahwa kekayaan budaya Nusantara adalah warisan yang sangat berharga dan harus kita lestarikan.

Desa Penglipuran

Jadi kapan kamu akan berkunjung ke desa wisata yang masih mempertahankan adat dan budaya ini?

Jika kamu ingin berwisata di berbagai destinasi yang ada di nusantara tanpa ribet, kamu bisa berkunjung bersama Indonesia Holiday yang menyediakan berbagai paket wisata menarik dari berbagai destinasi wisata di Indonesia. Kamu juga bisa mengunjungi akun instagram Indonesia Holiday untuk mengetahui berbagai produk wisata unggulan.

Leave a Comment